Menjemput Kesuksesan
Persiapan diri menjemput masa depan
“jangan
khawatir dengan masa depan,yang perlu dikhawatirkan persiapan kita menjemput
masa depan”
Dalam melaksanakan sesuatu memang membutuhkan persiapan yang
benar-benar matang, tidak mungin suatu aktifitas berjalan dengan lancar jika
persiapanya kurang, oleh karena itu persiapan adalah segalanya dalam kehidupan.
masalah sukses/lancar atau tidaknya suatu kehidupan itu bukan merupakan patokan
utama.
Dalam hidup membutuhkan persiapan untuk menghadapi masa
depan karena masa depan masih merupakan misteri "tidak ada yang tahu"
maka persiapan merupkan hal yang paling penting dari segalanya. yakinkanlah
bahwa orang yang maksimal dalam persiapan adalah orang sukses, maka dari itu
saya mengawali menjemput kesuksesan dengan memaksimalkan persiapan tersebut.
Bagi saya persiapan itu penting namun berusaha untuk mempersiapkan segalanya masih terdapat beberapa kendala, diantara kendala yang paling sering saya hadapi adalah, saya tidak menganggap penting bahwa persiapan itu sangat penting, bukan hanya itu saja, kendala masih banyak dan diantara kendala yang paling berat adalah malas.
Apakah kendala harus dihindari?
Kendala adalah sesuatu yang menghalangi perjalanan
terlaksananya suatu aktifitas. Sebuah aktifitas terkadang memiliki kendala yang
harus diatasi bukan dihindari. kendala merupakan masalah yang harus
diselesaikan secara tuntas agar perjalanan selanjutnya bisa berjalan dengan
lancar. dapat disimpulkan bahwa kendala sebuah perencanaan merupakan suatu
ujian seberapa manakah keseriusan kita terhadap perencanaan tersebut. semakin
besarnya perencanaan kita terhadap sesuatu maka kemingkinan besar akan semakin
besar kendalanya, karena itu telah menjadi hukum alam.
Masa depan adalah sebuah perencanaan terbesarUntuk menuju
masa depan yang cerah tentu saja memiliki beberapa kendala yang harus
dituntaskan setuntas-tuntasnya, karena kendala merupakan pintu gerbang yang
harus dibuka lebar-lebar untuk kemudian bisa masuk dan menuju ke arah masa
depan yang cerah. oleh karena itu persiapan diri saya untuk menghadapi masa
depan, masa depan adalah tantangan dan rintangan yang harus saya hadapi dengan
segala persiapan.
Dalam perjalanan saya menuju keberhasilan tentu mengalami
banyak ketidaknyaman dan kegagalan yang datang bertubi-tubi namun ada beberapa
langkah yang saya lakukan saat mimpi tidak sesuai dengan kenyataan:
Bertindak / Bersikap fleksibel dan Dinamis. Jika betul-betul ingin
menggapai kesuksesan, maka diperlukan kesiapan untuk bisa bertindak secara
fleksible dan dinamis terhadap setiap perubahan yang terjadi. Sebuah analogi sederhana,
saat ada badai atau angin topan yang besar, tidak jarang kita melihat pohon
yang memiliki batang yang sangat besar tumbang, sebab mereka (pohon) tidak kuat
menahan beban yang diterima.
Namun coba tengoklah bambu, karena batangnya yang lentur, maka
bambu bisa fleksibel bergerak ke segala arah, bergoyang saja saat ditiup angin
dan jarang tumbang. Nah, begitu pun dengan kita, jika kita bertindak dan
berpikir dinamis dan juga fleksibel, maka kita akan lebih tahan dalam
menghadapi tantangan dan perubahan serta masalah yang datang.
Jangan menjadi pohon kaku yang mudah patah, Jadilah bambu
yang mampu bertahan melengkung melawan terpaan angin, Bruce Lee.
Berpikirlah bahwa inilah yang terbaik untuk kita.
Saat kenyataan tidak sesuai dengan impian, percayalah bahwa
inilah yang terbaik untuk kita. Kita tidak pernah tahu skenario yang telah
ditetapkan-Nya. Karena segala sesuatu yang menurut logika kita baik, bisa jadi
justru sebaliknya di mata Tuhan.
Saya selalu berpikir positif atas apapun yang terjadi pada diri saya. Jangan biarkan satu kegagalan membuat diri saya kecewa, apalagi sampai frustasi berlarut-larut.
Saya selalu berpikir positif atas apapun yang terjadi pada diri saya. Jangan biarkan satu kegagalan membuat diri saya kecewa, apalagi sampai frustasi berlarut-larut.
Tidak perlu kecewa, karna Tuhan akan menggantinya dengan yang
lebih baik, Tuhan tau kita orang yang baik & bijaksana. Hidup ini penuh
dengan kelimpahan, dan kita memang dilahirkan untuk selalu jadi pemenang. Kalimat
ini sering saya biasakan mengatakan kalimat diatas didalam hati dengan penuh keyakinan,
itu disebut Afirmasi.
Afirmasi adalah kata-kata positif yang diucapkan
berulang-ulang & diyakini untuk membentuk citra postif untuk mengurangi
sikap-sikap negatif dalam diri kita. Kata-kata afirmasi ini bisa kita buat /
rancang sendiri, dan lalu bisa diucapkan secara verbal atau dalam hati. Menurut
ahli Hynotherapy, afirmasi itu akan terekam oleh alam bawah sadar kita.
Dan jika terus-menerus diucapkan & dengan penuh
keyakinan, maka kita sedang atau akan menjadi seperti itu adanya, yang kita
ucapkan. Dengan kata lain, afirmasi itu sama seperti doa.
Siapkan Mental Pemenang.
Saat mengalami kegagalan, lebih baik instropeksi diri
daripada menyalahkan takdir. Setiap kemenangan itu lebih baik dirintis dari
setiap peluh kita. Akan lebih baik jika kemenangan itu kita dapatkan setahap
demi setahap. Banyak orang sukses, tapi kemudian mereka terjatuh, ada yang
kepleset ditangga, atau ada yang gara-gara mabuk terus ngira jendela lantai 10
adalah pintu. Ada yang bangkit lagi, ada yang tidak, ada yang mati (bunuh
diri). Liku hidup setiap manusia memang tidak sama. Tapi ingat, kalau perlu
catat, kesempatan untuk menang itu selalu terbuka bagi siapa saja, tanpa
terkecuali. Rejeki dan kemenangan itu sungguh tidak terkira banyaknya dari
Tuhan, masih banyak yang menggantung di langit. Sekarang tinggal bagaimana cara
saya mendapatkannya? Apakah saya mau
meraihnya? atau mengharapkannya turun
dengan sendirinya? atau hanya memandanginya terus menerus?
Kemenangan itu bukan milik mereka yang pintar, namun
dimiliki oleh mereka yang tidak pernah berhenti berusaha.
“ Seseorang dengan
kemampuan biasa-biasa saja bisa mencapai hal-hal yang besar di masyarakatnya
jika dilengkapi dengan perencanaan yang baik. “
Menuju sukses perlu
perencanaan yang baik
Begitu pesan ayah
saya. Ini sudah terbukti dalam kehidupan. Siapa saja yang mempunyai perencanaan
yang baik,kita punya kemungkinan lebih besar untuk mencapai kesuksesan dan
keberhasilan. Sepandai apa pun, sekaya apa pun, seseorang tidak akan sukses
jika tidak mempunyai perencanaan yang baik. Karena itu, rencana hidup adalah
sesuatu yang harus ada pada diri saya.
Ironisnya, walaupun
membuat rencana telah banyak diakui orang-orang sukses sebagai salah satu
strategi untuk meraih masa depan yang diinginkan, tidak banyak orang yang
mempraktekkannya dengan sungguh-sungguh,
Salah satu sebab
munculnya ironi tersebut adalah ketidaktahuan tentang bagaimana cara membuat
rencana yang membuahkan hasil. Kebanyakan kita tahu bahwa rencana adalah hal
yang kita buat, tapi kebanyakan kita tidak tahu bagaimana cara membuat rencana
dan menjalankannya.
Coba kita perhatikan
kata-kata bijak ini, “ Jika Anda gagal menyusun
rencana, maka yang sebenarnya Anda lakukan adalah Anda menyusun rencana untuk
GAGAL.”
Rencana aksi nyata
saya merupakan proses yang harus dilakukan terus menerus dan bersifat dua arah,
artinya, saya bisa kembali ke langkah sebelumnya jika saya ternyata masih perlu
mengumpulkan informasi lebih lanjut atau perlu memperjelas lagi pilihan-pilihan
yang akan saya ambil.
Bagai saya ada tujuh
langkah plus satu , yang saya susun dalam membuat rencana aksi yang dapat
membantu saya meraih kesuksesan :
Langkah Pertama
: Mentukan Target
Sebuah peta akan
berguna jika kita telah mempunyai gambaran mengenai titik yang akan kita tuju.
Sebelum membuat rencana aksi, pertama-tama saya
perlu menentukan target yang ingin saya capai, baik target jangka
panjang, jangka menengah ataupun jangka pendek.
Target membantu saya
dalam memberikan arah dari perhatian dan kegiatan yang akan saya lakukan.
Target juga membantu saya memfokuskan perhatian dan kegiatan saya pada hasil
yang harus dicapai (bukan hanya sekedar keinginan ataupun mimpi). Target juga
membantu saya mengevaluasi kemajuan yang
telah saya capai sepanjang perjalanan, sehingga saya bisa melakukan penyesuaian
ataupun penyusunan strategi baru untuk kembali ke sasaran semula.
Langkah Kedua : Mentukan Start
Kompas yang menunjuk
ke empat arah mata angin tidak akan berguna jika tidak tahu titik dari kelima
dari kompas, yaitu laokasi keberadaan kita. Jadi, setelah target saya tentukan,
saya perlu mengevaluasi secara menyeluruh kondisi saya saat ini: dengan melihat
kepada kekuatan, kelemahan saya, serta juga kesempatan dan ancaman.
Langkah Ketiga : Susun Strategi Mencapai Target
Penentuan dua titik
penting di atas (titik target, dan titik kondisi saat ini), akan membantu saya
untuk melihat masalah yang harus saya pecahkan, kekurangan yang masih harus
saya penuhi, dan alternatif strategi yang bisa saya pilih untuk berangkat dari
titik “saat ini” menuju titik ”masa depan.”
Langkah Keemapat
: Tentukan Titik-titik Evaluasi
Walaupun penetapan target
akhir dapat membantu saya untuk mengevaluasi seluruh usaha yang saya lakukan,
saya juga perlu menetapkan titik-titik evaluasi di sepanjang perjalanan menuju
tujuan akhir tersebut.
Titik-titik ini akan
menjadi patokan bagi saya untuk melihat kemajuan yang telah saya raih sampai titik
tersebut, sehingga jika sedikit menyimpang, salah jalan, atau salah mengambil
rute yang menjauh, bisa cepat-cepat terdeteksi sebelum kesalahan menjadi
terlalu besar sehingga sulit diperbaiki.
Langkah Kelima: Tetapkan Waktu
Langkah yang sangat
penting yang perlu saya lakukan adalah memasukkan aspek waktu dalam setiap
rencana yang saya buat. Kuat Aspek waktu ini akan menciptakan motivasi kuat
untuk melakukan sebuah tindakan. Tanpa Aspek waktu, saya kadang cenderung
kehilangan arah dalam mencapai target yang telah ditentukan, selain itu saya
biasanya juga selalu menunda-nunda kegiatan yang harus saya lakukan, sehingga
bisa saja target yang telah ditetapkan tersebut bisa menjadi sekedar mimpi
saja, karena kita pada akhirnya tidak mampu meraihnya.
Jika kita menentukan
akan membangun usaha lalu menikah tapi kita tidak menentukan kapan kita akan
memulai, dan kapan kita akan mencapai tujuan tersebut, maka mungkin saja target
tersebut tidak tercapai karena tergeser oleh rutinitas yang kita jalani sehari
atau jika kita menentukan kita sekarang, tapi tidak menentukan kapan harus
selesai, maka kita bisa saja semua ini akan berlangsung seumur hidup kita tanpa
pernah selesai. Tahu-tahu kita sudah berumur setengah baya tanpa punya apapun.
Langkah Keenam : Komitmen!
Jika target telah
ditentukan, kondisi saat ini sudah dievaluasi menyeluruh, strategi sudah
disusun, dan titik evaluasi juga sudah ditentukan, langkah selanjutnya adalah
memiliki komitmen untuk mencapai tujuan, melakukan strategi yang telah
direncanakan.
Komitmen ini akan
menjadi “bahan bakar” untuk menjalankan mesin “usaha” saya untuk terus melaju
sampai di titik akhir. Jika komitmen melemah, maka laju mesin nipun melambat,
apalagi jika komitmen ini akhirnya putus ditengah jalan, maka mesin usahapun
akan berhenti sama sekali. Jadi komitmen ini harus tetap saya jaga. Disni kita
bisa meminta bantuan orang-orang sekitar kita (keluarga ataupun teman-teman
dekat) untuk mendorong kita agar tetap bersemangat. Kita juga bisa memacu diri
kita dengan melihat “hadiah” yang menunggu kita dititik akhir yang telah
ditentukan.
Langkah ketujuh: Berserah Diri dan Memohon Kepada Allah
Jika keenam rencana di
atas adalah bagian usaha saya, maka langkah penting yang perlu saya lakukan sebelum
memulai rangkaian yang telah disusun dalam seluruh rencana, adalah melibatkan
penyertaan Allah subhanahu wa ta’ala dalam merealisasikan rencana tersebut.
Memang manusia bisa
menyusun rencana, dan bisa berusaha, tetapi Allah-lah yang menentukan apa yang
terbaik untuk kita. Jika ternyata rencana yang telah
kita susun adalah yang terbaik untuk kita, pasti Allah akan membantu kita
dengan membuka semua jalan yang kita perlukan untuk meraih target yang telah
ditentukan.
Komentar
Posting Komentar